GELAR KARYA KOKURIKULER: Panggung Kreativitas dan Inovasi Siswa SMAN 3 Pangkalan Bun

GELAR KARYA KOKURIKULER: Panggung Kreativitas dan Inovasi Siswa SMAN 3 Pangkalan Bun

SMANTRI – SMAN 3 Pangkalan Bun kembali menghadirkan ruang ekspresi dan aktualisasi diri bagi peserta didik melalui kegiatan Gelar Karya Kokurikuler yang diselenggarakan pada Jumat, 22 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi puncak pembelajaran lintas disiplin yang menampilkan karya terbaik siswa kelas X dan XI dalam balutan kreativitas, kolaborasi, serta pemanfaatan teknologi.

Kokurikuler yang merupakan kegiatan pembelajaran yang dirancang sebagai penguatan dari intrakurikuler, dan sekaligus sebagai pelajaran pendukung kegiatan ekstrakurikuler. Gelar karya tahun ini tidak hanya menampilkan hasil belajar, tetapi juga menggambarkan  visi masa depan pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Pada jenjang kelas XI mengusug tema bangunlah jiwa dan raganya, siswa menampilkan pementasan teater bertajuk “Pertunjukan Teater Tradional Nusantara”. Melalui Pertunjukan Teater Tradisional Nusantara sesuai dengan karakter bangsa Indonesia yang dikenal majemuk dengan keragaman suku, budaya, bahasa, agama, dan adat istiadat.

Pertunjukan teater tradisional nusantara merupakan integrasi pembelajaran yang sangat penting dalam konteks budaya, karena budaya merupakan bagian integral dari identitas dan kehidupan masyarakat.

Gelar karya dibuka oleh pengawas SMA/SMK Provinsi Kalimantan Tengah Sukirno, S.Pd yang didampingi Kepala SMAN 3 Pangkalan Bun, Dr Darlis Intang, S.Pd., M.Pd menjelaskan dengan digelarnya Gelar Karya Kokurikuler Kelas XI ini  adalah untuk menumbuhkan sikap toleransi, saling menghargai, dan menghormati keberagaman suku, budaya serta agama di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

“Diharapkan akan membentuk karakter peserta didik, agar mampu bekerja sama, bergotong royong dan menjaga persatuan di tengah perbedaan,” jelas Darlis Intang

Sementara itu, kelas X menghadirkan gelar kokurikuler pembelajaran berbasis projek “Berkarya untuk Budaya dan Lingkungan” melalui pameran dan bazar masakan, seni lukis media balogo, ecoprint dan pot kreatif.

Pameran yang ditata layaknya mini exhibition menghadirkan beragam topik menarik, mulai dari masakan dan minuman tradisonal maupun internasional, pameran seni lukis media balogo, ecoprint maupun pot kreatif berbasis teknologi. Pengunjung, yang terdiri dari guru, siswa dan orang tua/wali murid yang khusus hadir melihat karya putra/putri. Mereka dapat berinteraksi langsung dengan para presenter, menciptakan suasana pembelajaran yang dinamis dan inspiratif.

Melalui Gelar Karya Kokurikuler ini, SMAN 3 Pangkalan Bun menegaskan komitmennya dalam membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kreatif, kolaboratif, dan adaptif terhadap tantangan masa depan.