SMAN 3 Pangkalan bun, Peringati Hari Konservasi Alam Nasional Bersama BKSDA Kalimantan Tengah Wilayah 2

SMAN 3 Pangkalan bun, Peringati Hari Konservasi Alam Nasional Bersama BKSDA Kalimantan Tengah Wilayah 2

SMANTRI – Dalam rangka memperingati Hari Konservasi Alam Nasional, Ekstrakurikuler Pecinta Alam “D’Kloser” SMA Negeri 3 Pangkalan Bun menyelenggarakan kegiatan Kemah Konservasi Alam. Kegiatan ini berlangsung atas kerja sama resmi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah, dihadiri oleh pembina ekstrakurikuler, perwakilan BKSDA, serta puluhan siswa peserta yang antusias dan berkomitmen menjaga kelestarian lingkungan.

Kegiatan ini diselenggarakan dengan tujuan mulia, yaitu menanamkan kesadaran sejak dini akan pentingnya menjaga kekayaan sumber daya alam, mengenal keanekaragaman hayati di sekitar, serta melatih siswa untuk berkontribusi nyata dalam upaya pelestarian lingkungan hidup.

Selama kegiatan berlangsung, peserta mengikuti serangkaian kegiatan yang disusun secara terpadu, menggabungkan penjelajahan alam, pembelajaran ilmiah, diskusi, hingga aksi nyata lingkungan.

Acara dibuka dengan Jungle Track atau penjelajahan jalur hutan alam. Di sepanjang jalur tersebut, siswa diajak mengenal ekosistem hutan secara langsung, mempelajari jenis-jenis tumbuhan khas, serta mengamati perilaku dan keberadaan satwa liar. Tak hanya sekadar berjalan, kegiatan ini sekaligus menjadi sesi Pemantauan (Monitoring) Satwa dan Tumbuhan, di mana setiap kelompok mencatat data yang dijumpai sebagai bahan pembelajaran dan dokumentasi kekayaan hayati setempat.

Narasumber dari BKSDA Kalimantan Tengah menjelaskan secara rinci mengenai ancaman terhadap hutan, perubahan iklim, serta pentingnya perlindungan satwa langka. Para siswa juga berkesempatan bertanya dan berdiskusi secara terbuka, sehingga wawasan mereka mengenai konservasi semakin luas dan mendalam.

Suasana semakin hidup dengan adanya permainan edukatif yang menguji kekompakan tim dan pengetahuan lingkungan, serta pelaksanaan program “Operasi Semut”  aksi bersih-bersih jalur dan kawasan hutan yang dikunjungi.  Hal ini melatih kedisiplinan, kerjasama, dan rasa tanggung jawab peserta terhadap kebersihan dan kelestarian alam.

Puncak sekaligus penutup rangkaian kegiatan berlangsung dengan momen yang sangat menyentuh dan penuh makna, yaitu pelepasan satwa trenggiling kembali ke habitat alam liar. Satwa yang merupakan satwa dilindungi dan termasuk spesies sangat terancam punah ini, dilepaskan oleh perwakilan BKSDA Kalimantan Tengah bersama Pembina Ekstrakurikuler D’Kloser dan seluruh peserta, di lokasi yang telah dinilai layak dan aman sebagai habitatnya.

Pelepasan satwa ini menjadi simbol harapan dan komitmen bersama: bahwa generasi muda siap bersatu melindungi alam, menjaga keseimbangan ekosistem, dan memastikan satwa-satwa langka seperti trenggiling tetap dapat hidup bebas di alamnya, bukan di dalam kurungan atau ancaman kepunahan.

Setiap siswa diharapkan menjadi pelopor pelestarian alam, menyebarkan kesadaran kepada lingkungan sekitar, dan menjaga warisan alam Kalimantan Tengah agar tetap lestari dan indah untuk generasi mendatang.

Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan kerja sama antara SMA Negeri 3 Pangkalanbun dan BKSDA Kalimantan Tengah dapat terus terjalin dan berkembang, sehingga melahirkan generasi-generasi pencinta alam yang tidak hanya cerdas secara pengetahuan, tetapi juga memiliki hati yang peduli terhadap alam semesta.