Rekap Liputan Smanfest 2026 Hari Keempat Lestarikan Budaya Tari Tradisional
Rekap Liputan Smanfest 2026 Hari Keempat: Lestarikan Budaya Tari Tradisional
SMANTRI – Serangkaian acara untuk memperingati hari ulang tahun ke-27 SMAN 3 Pangkalan Bun resmi di buka pada hari Rabu, 23 September 2026. Smantri Festival yang ke-27 kali ini mengusung tema “Menembus Batas Menjadi Gemilang“.
Lingkungan SMAN 3 Pangkalan Bun tampak dipadati oleh gemuruh sorak penonton dan alunan musik daerah yang saling bersahut-sahutan. Dihari keempat ini salah satu rangkaian Smantri Festival yakni lomba tari tradisional tingkat SMA/SMK sederajat dan SMP/MTs sederajat yang diikuti sekolah-sekolah di Kotawaringin Barat yang berlangsung sangat meriah.
Lomba ini merupakan misi Smantri Festival untuk pelestarian budaya lewat lomba tari tradisional bertempat di lapangan utama sekolah, riuh penonton seketika hening saat alunan musik dan instrumen daerah mulai diputar. Lomba tari tradisional menjadi salah satu magnet utama dalam Smanfest kali ini. Para peserta tampil memukau mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah khususnya Kotawaringin Barat menambah anggun dan elegan penampilannya
Ketua juri lomba tari tradisionall Siti Musrifah, S.Pd.Ek., menyampaikan bahwa lomba tari ini menjadi sarana penting agar generasi muda tidak lupa akan akar budayanya. "Di tengah gempuran tren modern, kami ingin siswa-siswi tetap bangga membawakan tarian nusantara. Kreativitas dan kekompakan yang mereka tunjukkan hari ini sangat luar biasa," ujarnya di sela-sela acara.
Tensi tinggi pertandingan olahraga berlangsung tidak kalah sengit. Lapangan basket dipenuhi aksi dribble dan lay-up memukau dari tim-tim yang bertanding yang memperebutkan gelar juara. Teriakan pendukung dari pinggir lapangan terus membakar semangat para pemain yang bertanding dengan tensi tinggi namun tetap menjunjung penuh nilai sportivitas.
Sementara itu di lapangan voli, jalannya pertandingan juga berjalan ketat. Smash-smash tajam dan pertahanan solid yang ditunjukkan oleh masing-masing tim putra maupun putri sukses memancing riuh tepuk tangan dari para guru pendamping dan siswa yang menonton. Turnamen olahraga ini terbukti efektif dalam memupuk rasa persatuan, solidaritas, serta kerja sama tim di kalangan siswa.

