Pengembangan Diri Program Sekolah Melestarikan Makanan Tradisional Melalui Gelar Karya P5 Bertema Kearifan Lokal

Pengembangan Diri Program Sekolah Melestarikan Makanan Tradisional Melalui Gelar Karya P5 Bertema Kearifan Lokal

SMANTRI – Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) merupakan kegiatan dalam implementasi kurikulum merdeka dengan tujuan membentuk pelajar Indonesia yang dapat berperilaku sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Kegiatan ini dilaksanakan ditiap semester dengan tema yang berbeda. Semester genap tahun ajaran 2024/2025, SMAN 3 Pangkalan Bun mengadakan Gelar Karya P5 bagi siswa kelas 12 dengan tema kearifan lokal subtema masakan tradisional pada Jumat, 14 Februari 2025.

Gelar karya P5 dengan judul makanan tradisional ini dikhususkan untuk kelas XII yang terdiri dari beberapa rangkaian kegiatan dimulai dengan pelaksanaan workshop mengenai pengetahuan tentang nasi adab Khas Kotawaringin Barat salah satu masakan khas Kotawaringin Barat pada Junat, 7 Februari 2025 yang disampaikan langsung oleh Narasumber Ibu Rahajeng Priani selaku Anggota Penggiat PKK Kotawaringin Barat dengan tujuan memperkenalkan kearifan lokal secara umum dan memberikan contoh kearifan lokal yang telah ada di Kotawaringin Barat yakni Nasi Adab yang juga ikon dari Kabupaten Kotawaringin Barat. Beliau menjelaskan pakem dalam pembuatan tumpeng nasi adab khas Kobar secara detail dari awal sampai akhir penyajian Tumpeng Nasi Adab.

Darlis Intang, S.Pd., M.Pd., dalam pemaparannya kegiatan P5 sub tema Melestarikan Masakan Tradisional peran koordinator dan fasilitator P5 bukan hanya mendampingi tetapi juga memberikan pesan bagaimana agar generasi muda senantiasa mengenal dan turut serta melestarikan kearifan lokal daerahnya sehingga tidak lekang oleh budaya bangsa lain.”imbuhnya

Gelar Karya yang dilaksanakan pada Jumat, 14 Februari 2025 di ruang Multimedia ini setiap kelompok kelas diarahkan untuk merancang alat dan bahan apa saja yang diperlukan untuk membuat masakan Tumpeng Nasi Adab. Mereka diperkenankan untuk berkreasi tetapi tidak meninggalkan ciri khas dari asal makanan daerah tersebut. Siswa juga diarahkan untuk membuat penyajian dan tampilan booth yang menarik yang sesuai dengan kreasi kelompok masing masing.

Ahmad Hanif kelas XII-H merasa sangat antusias dengan kegiatan P5 tema kearifan lokal : makanan tradisional, dengan adanya kegiatan ini dia dan teman satu kelasnya bisa berkontribusi untuk membuat masakan tradisional tumpeng nasi adab yang telah ditentukan dengan sepenuh hati dan bisa ikut melestarikan masakan tradisional khas Kotawaringin Barat.” tuturnya